Pekanbaru, 14 Maret 2025 – Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk berbagi dan menebar keberkahan. Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UIN Sultan Syarif Kasim Riau memahami betul makna ini dengan menggelar Bakti Sosial PBA 2025, sebuah persembahan kepedulian yang menggugah hati, di Panti Asuhan Ar-Rahim, Pekanbaru.
Dalam keheningan sore yang penuh makna, langkah-langkah kecil mahasiswa memasuki halaman panti, membawa serta harapan dan kehangatan. Bukan hanya sekadar donasi, tetapi secercah kebahagiaan yang ingin dititipkan kepada mereka yang hidup dalam keterbatasan.
Ketua panitia, Joni Saputra, mengungkapkan bahwa pemilihan Panti Asuhan Ar-Rahim bukan tanpa alasan. Sejumlah survei dilakukan, menelusuri tempat-tempat yang benar-benar membutuhkan uluran tangan. Panti ini dipilih karena tidak memiliki donatur tetap dan dihuni oleh anak-anak yang sangat memerlukan perhatian lebih.
“Kami tahu, berbagi tak perlu alasan. Tetapi kami ingin memastikan, apa yang kami bawa benar-benar sampai kepada yang paling berhak. Karena sejatinya, membantu bukan tentang siapa yang kita pilih, melainkan seberapa ikhlas kita memberi,” ujar Joni Saputra dengan penuh ketulusan.
Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa pakaian, sepatu, tas, dan alat tulis, tetapi juga sejumlah uang tunai. Sebanyak 40 anak panti—25 laki-laki dan 15 perempuan—menyambut mereka dengan senyum penuh harapan.
Kegiatan ini lebih dari sekadar seremonial. Suasana berubah menjadi hangat ketika mahasiswa berbuka bersama dengan anak-anak panti, berbagi cerita, dan mengadakan lomba kuis yang berhadiah alat tulis serta jajanan ringan. Tak ada sekat, tak ada perbedaan—hanya tawa, kebersamaan, dan doa yang terpanjat tulus di langit senja Ramadan.
Antusiasme dari anak-anak panti semakin menguatkan keyakinan bahwa kegiatan ini harus terus berlanjut. Joni Saputra berharap bakti sosial tidak hanya menjadi agenda tahunan di bulan Ramadan, tetapi juga menjadi gerakan berkelanjutan yang dapat membantu lebih banyak orang.
“Sedikit dari kita, sangat berarti bagi mereka. Maka, mari terus berbagi. Tak harus menunggu momen, karena kebaikan selalu menemukan jalannya,” pungkasnya.


