Mahasiswa PBA UIN Suska Riau Raih Juara 2 dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah STIU DQ Festival


Pekanbaru – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Syawal, mahasiswa PBA, berhasil meraih Juara 2 dalam cabang Musabaqah Karya Tulis Ilmiah (MKTI) pada ajang STIU DQ Festival yang diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa STIU Darul Qur’an Bogor.

Dalam wawancara daring, Syawal mengungkapkan bahwa awalnya ia mengikuti lomba ini untuk mencoba pengalaman baru dalam kompetisi ilmiah. Motivasi terbesarnya datang dari teman-teman yang telah lebih dulu mengikuti perlombaan serupa. “Melihat mereka berani dan berhasil, saya jadi terpacu. Kalau mereka bisa, kenapa saya tidak?” ujarnya.

Persiapan yang dilakukan Syawal mencakup riset mendalam, penyusunan kerangka tulisan yang sistematis, serta latihan presentasi agar lebih meyakinkan. Namun, perjalanan menuju kemenangan tidaklah mudah. Tantangan terbesar yang dihadapinya adalah membagi waktu antara kuliah, organisasi, dan persiapan lomba. “Saya harus benar-benar mengatur prioritas dan tetap menjaga fokus,” tambahnya.

Kompetisi ini diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia, termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM) dan UIN Salatiga, yang membuat persaingan semakin ketat. Saat pengumuman pemenang, Syawal mengaku tidak banyak berharap, namun tetap berdoa. “Saya realistis dengan kemampuan saya, tapi tetap berharap pada hasil terbaik. Alhamdulillah, saat diumumkan sebagai Juara 2, rasanya luar biasa,” tuturnya.

Keberhasilan ini disambut dengan kebanggaan dari keluarga, teman, serta dosen. Bahkan, Syawal mengaku sempat merahasiakan keikutsertaannya dalam lomba ini dari orang tua hingga akhirnya membawa pulang prestasi. “Mereka sangat bangga, dan itu yang membuat saya semakin bersyukur,” katanya.

Meskipun saat ini belum berencana mengikuti kompetisi lain karena kesibukan organisasi, Syawal tetap membuka peluang jika ada kesempatan di masa mendatang. Ia juga menyampaikan pesan inspiratif bagi mahasiswa PBA agar berani mencoba dan tidak takut menghadapi tantangan. “Prestasi bukan soal siapa yang paling pintar, tapi siapa yang paling mau berusaha dan terus belajar. Jangan takut gagal, karena kegagalan bukan akhir, melainkan bagian dari proses menuju keberhasilan.”

Prestasi yang diraih Syawal menjadi motivasi bagi mahasiswa PBA lainnya untuk terus berkembang dan menunjukkan kemampuan mereka, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Semoga semakin banyak mahasiswa PBA yang berani melangkah, percaya pada diri sendiri, dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

About Alya Andini

Check Also

Bakti Sosial PBA 2025: Sejuta Cinta untuk Panti Asuhan Ar-Rahim

Pekanbaru, 14 Maret 2025 – Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum …

Tinggalkan Balasan